
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Perusahaan
China
, Zhipu AI, meluncurkan model
kecerdasan buatan
(AI) terbaru mereka, GLM 5.2. Model teranyar berbasis
open source
ini disebut sukses melompati model-model serupa lainnya.
Peluncuran ini pun langsung memicu kehebohan di Silicon Valley, pusat industri teknologi dan inovasi global yang berada di San Francisco Bay Arena, California, Amerika Serikat. Kehebohan peluncurannya digambarkan mirip dengan peluncuran DeepSeek tahun lalu.
Menurut laporan
CNBC
pada Jumat (26/6), dalam salah satu uji benchmark berbasis agen atau agentic, performa GLM 5.2 hanya terpaut tipis (kurang dari satu persen) di bawah model Opus 4.8 besutan Anthropic. Menariknya, biaya operasional ini hanya sekitar seperlima dari biaya Anthropic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para developer pun langsung ramai-ramai beralih ke model ini. Lonjakan traffic data (token) di platform OpenRouter tercatat melesat lebih cepat dibanding saat DeepSeek meluncurkan versi V4 pada April lalu.
Keunggulan model
open source
Daya tarik utama model ini adalah momentum kebangkitan AI
open source
. Pasalnya, GLM 5.2 dapat diunduh, disesuaikan, dan dijalankan langsung di server internal perusahaan secara gratis.
Hal ini otomatis menekan harga pasar yang dipatok oleh laboratorium AI raksasa. Di sisi lain, akses ke model-model buatan AS justru kian tidak pasti.
Anthropic misalnya, terpaksa menarik model tercanggih mereka, Claude Fable, akibat perintah dari pemerintahan Donald Trump. Sementara itu, OpenAI baru saja mengumumkan bahwa mereka membatasi akses ke rangkaian model GPT-5.6 atas permintaan pemerintah.
Pengawasan ketat dari pemerintah AS ini membuat model
open source
, yang kodenya sudah terlanjur tersebar dan tidak bisa ditarik atau diblokir, kian dilirik sebagai pilihan investasi teknologi yang jauh lebih aman bagi perusahaan.
Banyak perusahaan yang sempat terkejut dengan membengkaknya biaya AI imbas tingginya konsumsi token, satuan untuk mengukur data yang diproses dan dihasilkan oleh AI. Kini, mereka memutar otak untuk mencari solusi paling efisien.
Metrik utama yang paling dipedulikan perusahaan adalah tingkat kecerdasan per dolar. Hal ini membuat model dari Zhipu yang murah tapi punya performa mumpuni menjadi opsi alternatif yang sangat memikat.
“Saya pribadi terus dibuat terkejut oleh betapa cepatnya perkembangan model
open source
mengejar ketertinggalan,” kata Gabe Pereryra, salah satu pendiri Harvey.
“Melalui GLM 5.2, kita bisa melihat untuk pertama kalinya ada model
open source
yang benar-benar mampu bersaing ketat dengan model-model
closed source
ke atas,” lanjut dia.
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Pengisi Suara Lilo, Daveigh Chase Dinyatakan Meninggal karena AIDS
Baca lagi: FOTO: Kesaktian Meksiko Berlanjut Kala Gilas Ekuador di 32 Besar
Baca lagi: Flamingo Era, Fase Saat Ibu Merasa Kehilangan Diri Sendiri


3 Responses
kapan lagi hohttps://www.kufirst.center.ku.ac.th/9324-2/kinya di pake ya kan nemuin artikel sebagus ini
tadinya gapercaya ada hal kayak gini , ternyata emang keren banget loh http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A8%E0%B8%9B%E0%B8%B4%E0%B8%94%E0%B8%AA%E0%B8%B3%E0%B8%99%E0%B8%B1%E0%B8%81%E0%B8%87%E0%B8%B2%E0%B8%99_02082021/
respon nya cepat , memberikan solusi terbaik , dan yang pasti ilmu baru setelah membaca artikel bagus ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/fruitvinegardrink/