
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur
hujan
dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang pada hari ini, Selasa (14/7). Simak daftarnya berikut ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk 13-15 Juli 2026. Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut Papua berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat atau berstatus Siaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sumatra Utara, Kalimantan Utara, dan Maluku berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.
Dalam perkiraan tersebut, BMKG menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari ini.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang:
Hujan sedang hingga lebat
Sumatra Utara
Kalimantan Utara
Maluku
Angin kencang
Aceh
Kalimantan Barat
Kep. Bangka Belitung
Lampung
Maluku
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Siklon Tropis Haishen
Selain wilayah-wilayah tersebut, BMKG menyebut beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang imbas adanya Siklon Tropis Haishen.
Siklon Tropis Haishen berkembang dari Bibit Siklon Tropis 97W yang mencapai intensitas siklon tropis pada 13 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem ini memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 12 Juli 2026 pukul 19.00 WIB.
Siklon tropis yang posisinya tengah berada di Samudra Pasifik utara Papua ini diperkirakan memberikan dampak tidak langsung berupa hujan intensitas sedang di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Kemudian, siklon tropis ini juga berpotensi memicu gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Hujan makin jarang
BMKG memperkirakan berkurangnya potensi curah hujan ini masih akan terus terjadi di sebagian besar wilayah.
Pada Dasarian II Juli 2026, distribusi curah hujan diprakirakan lebih banyak berada pada kategori rendah.
Berdasarkan persentasenya, hanya 0,04 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, dan 7,32 persen pada kategori menengah. Sementara itu, 92.64 persen wilayah diperkirakan mengalami hujan kategori rendah.
Wilayah dengan curah hujan kategori rendah, yaitu kurang dari 50 mm per dasarian, diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mencakup Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pada Dasarian II Juli 2026, potensi hujan di banyak wilayah Indonesia relatif terbatas,” jelas BMKG dalam Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 10-16 Juli.
Meski demikian, BMKG mengatakan masih adanya potensi hujan dalam skala lokal atau regional imbas sejumlah fenomena atmosfer, seperti Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Haishen.
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: OpenAI Respons Gugatan Apple yang Tuding Pencurian Rahasia Dagang
Baca lagi: Gandeng NUS, Telkom University Perkuat Ekosistem Talenta Digital RI
Baca lagi: Jetour Klaim SPK T1 Tembus 800 Unit


