Manut Trump, Apple-Google Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

Daftar Isi

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Apple

akhirnya mengikuti jejak

Google

dan menuruti perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

Apple baru mengubahnya pada hari Selasa (2/9), bertepatan dengan hari pertama John Ternus menjadi CEO Apple yang baru. Sementara, Google sudah lebih dulu mengumumkan perubahan nama danau tersebut di Google Maps sejak hari Sabtu (29/8).

Melansir

Al Jazeera

, perintah eksekutif Trump tersebut mengubah panduan yang menstandarisasi bagaimana pemerintah federal menyebut lokasi geografis atau US Geographic Names Information System.

Perintah tersebut sebetulnya tidak memaksa perusahaan swasta untuk ikut mengubah konvensi penamaan pada peta mereka. Namun, perusahaan seperti Google menggunakan sistem informasi tersebut sebagai referensi untuk peta mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, pernyataan pemerintahan Trump menunjukkan bahwa presiden memastikan perusahaan swasta yang terikat pada pemerintah federal melalui persetujuan dan kontrak untuk mematuhi perubahan yang diajukannya.

Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengatakan bahwa Trump menghubungi Apple secara langsung sepekan sebelumnya untuk meminta perubahan nama danau tersebut di aplikasi Apple Maps.

Apple juga telah mematuhi perubahan nama yang diperintahkan oleh Trump, termasuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika”, serta mengganti nama gunung Denali di Alaska menjadi “Gunung McKinley”.

Google menyatakan bahwa mereka mengikuti nama-nama yang tercantum dalam sumber resmi pemerintah, sehingga pengguna AS akan melihat “Danau Amerika”, sementara pengguna Kanada akan melihat “Danau Ontario”.

Tidak semua perusahaan peta digital mengikuti perubahan tersebut. MapQuest misalnya, membuat tweet berisi tautan website di mana pengguna dapat mengubah nama Danau Ontario sesuka mereka.

Perintah eksekutif “Danau Amerika” ini dikeluarkan setelah kegagalan negosiasi perdagangan antara kedua negara tersebut.

Salah satu akibat utamanya adalah pemberlakuan tarif 50 persen dari AS bagi produk ekspor Kanada senilai hampir US$20 miliar. Kanada kemudian juga membalasnya dengan memberlakukan tarif ekspor AS dengan angka yang sama.

Danau Ontario yang label namanya diubah jadi Danau Amerika ini terletak di perbatasan AS-Kanada. Nama tersebut berasal dari bahasa Wendat, Ontari’io berarti “danau itu indah, danau itu besar”.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney sempat menyinggung akar budaya asli terkait asal-usul nama Danau Ontario tersebut.

“Nama ini sudah ada lebih dari 400 tahun, mendahului Konfederasi Kanada dan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat,” tulisnya dalam postingan media sosial.

Trump berupaya meningkatkan pengaruh AS di seluruh Belahan Bumi Barat, dengan mengubah konvensi penamaan dan menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi AS.

(fta/dmi)

Baca lagi: George Clooney Singgung Pembungkaman Publik di Venice Film Festival

Baca lagi: 5 Wilayah DKI Jakarta Terancam Kekeringan

Baca lagi: 5 Wilayah DKI Jakarta Terancam Kekeringan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: