
Daftar Isi
Alasan di balik batalnya CMF Phone 2 Pro
Harga HP lebih mahal
Diprediksi sampai 2030
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Pabrikan ponsel Nothing batal merilis produk terbaru untuk segmen
HP
murah-nya imbas kenaikan harga
RAM
secara global.
Akis Evangelidis, salah satu pendiri Nothing, baru-baru ini menyebut bahwa penerus CMF Phone 2 Pro tidak akan diluncurkan pada 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan bahwa perusahaannya memang sedang menggarap penerus ponsel tersebut, namun dengan harga memori yang saat ini sedang tinggi, mereka tidak mampu membuat ponsel yang terasa sebagai langkah maju yang sesungguhnya dengan harga yang masuk akal bagi CMF.
“Kami sebenarnya sedang menggarap model penerusnya, tetapi mengingat harga memori yang saat ini sedang tinggi, kami tidak bisa membuat ponsel yang terasa sebagai lompatan kemajuan yang sesungguhnya dengan harga yang masuk akal bagi CMF. Alhasil, kami memutuskan untuk tidak meluncurkan ponsel CMF baru tahun ini,” katanya di X, Jumat (19/6).
“Kami lebih memilih untuk jujur mengenai hal itu daripada merilis sesuatu yang tidak kami banggakan,” tambahnya.
[Gambas:Twitter]
Alasan di balik batalnya CMF Phone 2 Pro
Sebagai sub-merek yang fokus pada perangkat ekonomis, Nothing menghadapi dilema besar akibat lonjakan harga komponen ini. Jika dipaksakan rilis, harga jualnya tidak akan masuk akal lagi di kelasnya.
Berikut adalah perbandingan skema harga lini ponsel Nothing untuk melihat dampaknya:
CMF Phone 1 (2024): Diluncurkan dengan harga US$200 (sekitar Rp3,57 juta) sebagai opsi value for money
Nothing Phone (2): Merupakan ponsel flagship utama dengan harga US$599 (sekitar Rp10,69 juta)
CMF Phone 2 Pro (estimasi): Akis Evangelidis menyatakan jika CMF Phone 2 Pro diluncurkan hari ini, harganya akan sekitar 50 persen lebih mahal dari target awal karena beban harga RAM.
Harga HP lebih mahal
Dikutip dari
PCMag
, perusahaan riset pasar TrendForce memprediksi bahwa konsumen akan membayar 10 persen lebih mahal untuk smartphone pada tahun 2026 akibat tingginya harga memori.
Meski demikian, Evangelidis menambahkan bahwa Nothing masih memiliki banyak hal yang akan diumumkan dalam waktu dekat terkait sub-merek CMF-nya.
“Kami akan meluncurkan beberapa produk baru, serta beberapa kategori yang benar-benar baru. Informasi lebih lanjut akan segera kami bagikan!” tulisnya.
Pembatalan perilisan produk baru ini seharusnya tidak terlalu mengejutkan.
Sebelumnya, CEO Nothing Carl Pei telah secara terbuka membahas bagaimana kelangkaan RAM akan berdampak pada pembeli smartphone, dan pada awal bulan ini ia mendesak konsumen untuk membeli sekarang guna menghindari kenaikan harga di masa mendatang.
Kala itu, ia mengindikasikan bahwa kelangkaan tersebut akan berdampak pada penawaran produk Nothing, meskipun ini adalah satu-satunya pembatalan yang diumumkan sejauh ini.
Diprediksi sampai 2030
Kelangkaan krisis chip global diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu dekat, bahkan bisa berlangsung hingga 2030.
Chairman SK Hynix Chey Tae Won menyatakan bahwa krisis pasokan DRAM yang terjadi saat ini berpotensi berlanjut hingga melewati 2028 dan bisa bertahan sampai 2030. Prediksi ini jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya yang hanya sekitar dua tahun.
Sebelumnya, para analis memperkirakan bahwa krisis memori ini akan berlangsung sekitar dua tahun, dengan mengacu pada pabrik-pabrik baru yang pada akhirnya akan mulai beroperasi.
Namun, bos semikonduktor Korea Selatan SK Hynix memperkirakan kelangkaan ini akan berlangsung selama empat atau lima tahun.
“Jadi, kami membutuhkan waktu untuk meningkatkan produksi wafer, setidaknya empat hingga lima tahun. Kekurangan pasokan saat ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2030, sehingga kami memperkirakan kekurangan pasokan wafer akan mencapai lebih dari 20 persen,” kata Chey, melansir
PCMag
, Rabu (18/3).
(lom/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: FOTO: Jepang Sulap Minyak Jelantah Jadi Avtur Ramah Lingkungan
Baca lagi: FOTO: Kemeriahan Allo Bank Festival 2026
Baca lagi: Trump-Presiden Iran Resmi Teken MoU sampai China-Rusia Buka Suara


