
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG
) menyebut beberapa wilayah berpotensi mengalami dampak signifikan dari
El Nino
hingga Oktober 2026 mendatang.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan ElNiño telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan garis khatulistiwa selama puncak musim kemarau.
“Fenomena ElNiño merupakan fenomena iklim global yang memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun perlu dipahami bahwa ElNiño dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda,”kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun merinci wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling signifikan. Berikut rinciannya:
Jawa
Bali
Nusa Tenggara
Sebagian Sumatra bagian selatan,
Kalimantan bagian selatan
Sulawesi
Papua bagian selatan.
Pada periode Juli hingga Oktober 2026, curah hujan di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan berada di bawah normal dibandingkan rata-rata klimatologis.
“Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El Niño, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau. Pada periode itulah curah hujan menjadi lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Faisal dalam keterangannya, Senin (29/6).
“Musim kemarau merupakan siklus tahunan, sedangkan El Niño terjadi secara periodik dan dapat memperkuat kondisi kering ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau,” imbuhnnya.
Analisis BMKG memperkirakan El Niño berlangsung selama 9 hingga 12 bulan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti Indonesia akan mengalami kemarau sepanjang periode tersebut.
Dampak El Nino
El Niño disebut akan berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air. Selain itu, El Niño juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara akibat meningkatnya konsentrasi polutan, serta gangguan kesehatan masyarakat seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit akibat paparan suhu panas.
Di sektor pangan dan pertanian, BMKG mengingatkan adanya risiko gangguan fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga peningkatan potensi puso akibat defisit air.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini melalui penyesuaian pola tanam, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, serta pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan di sektor pertanian.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan secara lintas sektor. Risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kualitas udara, hingga kesehatan masyarakat perlu diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” terang Faisal.
Menurut Faisal, Indonesia memiliki karakteristik iklim yang beragam karena terbagi ke dalam 699 Zona Musim (ZOM), sehingga strategi mitigasi dan adaptasi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Madonna Nilai Pakai AI di Musik itu Bukan Menciptakan Seni
Baca lagi: Pelatihan Imam di China, Materi Disebut Lebih Fokus soal Xi Jinping
Baca lagi: Trump Kantongi Rp192 M dari Film Dokumenter Melania




18 Responses
Pembahasan yang menarik dan relevan dengan kebutuhan pembaca saat ini. https://openlab.bmcc.cuny.edu/ece-209-seminar-spring-2022-j-longley/2020/03/02/family-engagement-best-practices/
Keren! Terus berkarya dan menghasilkan tulisan-tulisan bermutu seperti ini.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/afsf9/
Mantap! Ditunggu tulisan-tulisan luar biasa selanjutnya.https://www.kufirst.center.ku.ac.th/save-hydroponics-talk/
Penulis berhasil memetakan masa depan topik ini dengan analisis yang sangat visioner https://www.kufirst.center.ku.ac.th/empowering-female-leader/
Sebuah karya yang lahir dari riset yang serius, hati yang tulus, dan eksekusi yang genius https://www.kufirst.center.ku.ac.th/shelflife2562/
Memberikan ruang yang pas bagi pembaca untuk menyimpulkan maknanya sendiri.https://forexea.forumotion.com/t19-currency-trading
Menemukan tulisan ini di internet rasanya seperti menemukan ketenangan di tengah kebisingan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/62/ saya suka
Wah, dapet banyak ilmu gratisan yang mahal nih dari artikel ini. Makasih banyak ya sudah mau berbagi https://www.kufirst.center.ku.ac.th/kutac-demo-day/
slot depo 5k cuma di situs genting138. yang merupakan slot qris depo 5rb terpercaya
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=326 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu http://apranax.free.fr/photo/galeries/galerie01/?p=01&lang=en yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://recherche.uqac.ca/labonfc/2017/09/01/le-mission-de-luniversite-et-du-labonfc/ juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Artikel ini punya ritme penulisan yang asyik banget dibaca keras-keras. Salut buat kreativitasnya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/special-food-talk-2020/
Sebuah bacaan bermutu tinggi yang menyelamatkan waktu saya dari konten unfaedah https://www.kufirst.center.ku.ac.th/7834-2/
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://apk.tw/space-uid-6861094.html ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Sangat membantu saya memahami akar phttps://fisip.unismuh.ac.id/beasiswa/ermasalahan dari topik ini.
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu http://patch.couture.blog.free.fr/index.php?post/2011/02/23/Bienvenue-sur-mon-blog yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Poin-poinnya dirangkum dengan sangat jelas.https://oregonbusiness.com/14559-grassroots-movement-pursues-carbon-bills/