
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
China
memperkenalkan LineShine, sebuah sistem
superkomputer
terkuat di dunia, yang ditenagai oleh chip buatan dalam negeri. Keberhasilan China ini membuat persaingan perebutan supremasi teknologi dengan Amerika Serikat semakin sengit.
LineShine ditempatkan di Pusat Superkomputer Nasional yang berada di pusat teknologi Shenzen. Superkomputer ini menggeser pemegang gelar sebelumnya buatan Amerika, El Capitan, dalam ranking terbaru TOP500, yang diperbarui dua kali dalam setahun oleh para ahli komputer terkemuka. Superkomputer ini berhasil mencapai kecepatan komputasi 20 persen lebih cepat dari El Capitan.
Superkomputer dirancang untuk perhitungan kompleks dengan kecepatan yang tidak tertandingi. Berbeda dari komputer biasa, komputer ini sering digunakan utuk menemukan dan mengembangkan obat baru, memprakirakan cuaca, melatih model kecerdasan buatan (AI), hingga melakukan berbagai macam simulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat Superkomputer Nasional China menyatakan bahwa LineShine merupakan hasil terobosan dari berbagai rangkaian hambatan teknologi inti.
“Pencapaian LineShine menandai lompatan bersejarah bagi sektor superkomputer China dalam mengatasi pembatasan teknologi asing dan membangun ekosistem perangkat keras serta perangkat lunak yang dikendalikan secara mandiri,” kata lembaga tersebut, melansir
Chief Tablet
, Rabu (24/6).
LineShine sepenuhnya mengandalkan CPU, bukan GPU khusus. Lu Yutong, kepala desainer LineShine, mengatakan bahwa mesin ini berhasil mendobrak arsitektur hibrida konvensional yang biasanya menggunakan CPU dan GPU secara bersamaan.
Sistem ini memanfaatkan infrastruktur komputasi full-stack yang dikembangkan di dalam negeri, termasuk CPU dan memori bandwith tinggi (HBM) untuk kebutuhan beban kerja ilmiah, teknik, dan AI.
Sejak diluncurkan pertama kali, superkomputer ini sudah digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari pemodelan iklim dan simulasi teknik hingga penemuan obat, ilmu saraf, dan AI.
Bukan tolok ukur kemampuan AI
Kendati demikian, ahli memperingatkan agar tidak menginterpretasikan keberhasilan LineShine menempati posisi puncak dalam daftar TOP500 secara berlebihan sebagai ukuran kemampuan AI suatu negara.
“Ini adalah pencapaian teknis yang sangat mengesankan. Tetapi ini tidak relevan jika Anda mengajukan pertanyaan ‘siapa yang memiliki kemampuan AI terbaik?’ atau ‘siapa yang memiliki infrastruktur terbaik untuk menjalankan AI dengan baik?’ TOP500 bukanlah ukuran untuk hal itu,” kata Andrew Rohl, direktur National Computational Infrastructure Australia.
Ia menjelaskan bahwa peringkat TOP500 didasarkan pada tolok ukur berusia puluhan tahun yang dirancang untuk mengukur beban kerja komputasi ilmiah tradisional, bukan AI modern.
Selain itu, banyak sistem AI paling kuat yang dibangun oleh raksasa teknologi seperti xAI dan Google, atau superkomputer yang dioperasikan oleh fasilitas pertahanan utama, tidak masuk ke dalam peringkat karena alasan sensitivitas atau ekonomi.
Daftar 5 superkomputer terkuat di dunia
Kehadiran LineShine berhasil menggeser penguasa sebelumnya, El Capitan buatan AS. Kendati begitu, Amerika masih mendominasi posisi lima besar superkomputer terkuat di dunia. Berikut daftarnya:
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: AS Bantah Klaim Iran soal Tarif Kapal Lewat Selat Hormuz
Baca lagi: 7 Kekurangan Penerbangan Murah yang Sering Bikin Menyesal
Baca lagi: Perbatasan Afghanistan-Pakistan Memanas usai Klaim Serangan Taliban



