
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG
) memprediksi fenomena
El Nino
akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Lantas, sampai kapan fenomena alam ini membuat wilayah Indonesia kering?
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memprediksi dampak El Nino akan berkurang ketika memasuki pertengahan Oktober. Menurutnya, ketika musim hujan datang, pengaruh dari El Nino akan berkurang signifikan bahkan relatif tidak ada.
“Jadi, nanti pengaruh El Nino akan berkurang tidak signifikan ketika minggu masuk pertengahan dari Oktober. Ketika musim hujan telah datang, maka El Nino relatif tidak memiliki pengaruh,” kata Faisal dalam acara Insight with Desi Anwar, Jumat (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
El Nino merupakan anomali iklim yang terjadi saat suhu permukaan laut di ekuator Samudera Pasifik mengalami kenaikan dibandingkan normalnya, sehingga mengakibatkan curah hujan yang lebih rendah di sejumlah wilayah.
Faisal menjelaskan jika fenomena El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau, maka kondisi kemarau akan lebih kering disertai durasi yang lebih panjang.
Dalam sejumlah analisisnya, BMKG telah memperkirakan Indonesia akan menghadapi kemarau lebih panjang dan lebih kering dari rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir.
Fenomena El Nino umumnya berlangsung 3-7 tahun sekali. Ketika El Nino terjadi, fenomena ini diperkirakan bisa berlangsung selama 9-12 bulan.
Namun, kata Faisal, dampaknya terasa signifikan di Indonesia saat musim kemarau saja.
“Ketika El Nino terjadi, kira-kira 9-12 bulan panjangnya. Tapi yang mempengaruhi Indonesia adalah ketika kita di musim kemarau saja,” ungkap Faisal.
BMKG menyebut fenomena El Nino berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027.
Berdasarkan data BMKG per Senin (31/8), indeks Niño 3.4 dasarian masih tercatat sebesar +2.37, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -15,6.
Indikator tersebut mengindikasikan El Niño Event dengan intensitas kuat tengah terjadi.
Saat ini, delapan puluh persen wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau dengan puncaknya sebagian besar terjadi pada Agustus.
(nad/lom)
Baca lagi: Polisi: Kebakaran Posko GRIB Jaya di Jakbar Diduga Akibat Korsleting
Baca lagi: INFOGRAFIS: Best 11 Liga Eropa Dihuni Mbappe, Haaland, dan Fernandes
Baca lagi: FOTO: Sandra Bullock dan Nicole Kidman Kembali dalam Practical Magic 2

