Bagaimana Tim Cook Bawa Apple ke Masa Kejayaan?

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Tim Cook

resmi melepas jabatan CEO

Apple

setelah menduduki posisi tersebut sejak 2011. Selama 15 tahun berada di pucuk pimpinan, Cook berhasil membawa Apple ke masa kejayaannya.

Cook memimpin Apple menggantikan Steve Jobs, founder raksasa teknologi tersebut.

Berbagai teknologi yang dirintis Cook membuat iPhone terasa penting untuk kehidupan sehari-hari. Saham Apple melonjak lebih dari 2.000 persen selama masa kepemimpinan Cook.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

David Yoffie, profesor di Harvard Business School yang menulis studi kasus tentang Apple dan Tim Cook menyatakan bahwa pencapaian tersebut terbilang luar biasa.

“(Cook) berhasil meningkatkan skala iPhone ke level yang tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun dalam jangka waktu tersebut,” katanya.

Ron Johnson, pengawas operasi ritel Apple dari tahun 2000 hingga 2011, menggambarkan Cook yang saat itu menjabat sebagai kepala operasional perusahaan sebagai sosok yang “cerdas” dan “strategis” selama pertemuan mingguan dengan Jobs dan tim eksekutif Apple.

“Dia mungkin anggota tim eksekutif yang paling bijaksana. Dia selalu mendengarkan terlebih dahulu dan berbicara ketika dia memiliki sesuatu untuk ditambahkan,” kata Johnson, dikutip dari

Chief Tablet

.

Para pengamat meyakini bahwa pendekatannya yang tenang, pengambilan keputusan yang cepat, dan kemampuannya dalam bernegosiasi membantu menjaga kelancaran operasional iPhone di tengah tantangan geopolitik.

Hal ini dinilai tercermin ketika Apple berhasil menjaga hubungan politik di Amerika Serikat (AS) dan China pada saat keduanya saling bersitegang.

Di bawah kepemimpinan Cook, Apple membuat keputusan yang membantunya menghindari tarif tinggi yang diberlakukan pemerintahan Trump.

“Dalam daftar CEO yang dihormati Trump, Tim Cook akan berada di urutan teratas,” kata Jeffrey Sonnenfeld, wakil dekan senior untuk studi leadership di Yale School of Management sekaligus mantan penasihat Gedung Putih.

Gene Munster, seorang mitra pengelola di perusahaan investasi teknologi Deepwater Asset Management yang telah mengikuti perkembangan Apple sejak 2004, juga menyatakan hal serupa.

Ia mengatakan kehebatan Cook sebagai seorang negarawan sama hebatnya dengan dirinya sebagai seorang CEO.

Menurut Munster, keputusan Cook mendorong perusahaan untuk mendiversifikasi sebagian produksi dari China, tapi tetap membuatnya menarik bagi pasar China, adalah pencapaian yang langka.

“Saya tidak tahu bagaimana Anda melakukan itu, saya tidak tahu apakah dinamika itu masuk akal,” katanya.

Di luar urusan diplomatik, Apple juga sedang menghadapi tekanan untuk mengejar ketertinggalan dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI) di tengah kelangkaan chip memori yang juga memaksa perusahaan tersebut menaikkan harga produk.

Dalam salah satu rapat terakhirnya sebagai CEO, Cook menyarankan Ternus untuk berfokus pada pengembangan produk yang “memperkaya” kehidupan pelanggan.

“Jika Anda terus fokus dan membuat keputusan berdasarkan hal itu, maka itu akan menghasilkan bisnis yang hebat, dan kita akan dapat membangun lebih banyak produk dan mengulanginya lagi,” katanya pada April.

(fta/lom)

LIHAT SEMUA

Baca lagi: BTN Serahkan 30 Rumah Gratis untuk Mantan Atlet dan Pejuang

Baca lagi: Mengenal Senjata Asal Indonesia Dipakai Agnez Mo di Reacher 4

Baca lagi: ChatGPT-Roblox Makin Ketat Diawasi Aturan Digital Eropa, Ini Alasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: