
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Partai Demokrat Liberal
Inggris
mengusulkan seluruh rumah baru dibangun dengan pendingin udara atau sistem penyejuk lain untuk menghadapi suhu yang terus meningkat akibat
krisis iklim
.
Partai oposisi tersebut menilai banyak rumah di Inggris tidak dirancang untuk menghadapi cuaca panas ekstrem. Kondisi ini dinilai dapat membahayakan penghuni, terutama kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan.
Usulan dalam program bertajuk “siap iklim” itu akan mewajibkan pengembang memasang pendingin udara atau sistem pendinginan lain di setiap rumah baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendingin udara juga diusulkan menjadi fasilitas wajib di bangunan publik penting seperti sekolah dan fasilitas kesehatan.
Partai Demokrat Liberal turut mendorong penerapan metode pendinginan pasif, seperti menanam lebih banyak pohon di kawasan permukiman.
“Gelombang panas tanpa henti terbaru ini telah menunjukkan bahwa Inggris sangat tidak siap menghadapi panas ekstrem,” kata juru bicara lingkungan Partai Demokrat Liberal Tim Farron, dikutip dari
The Guardian
, Selasa (28/7).
Menurutnya, pemerintah perlu menyusun rencana baru yang mewajibkan pengembang membangun rumah yang mampu menghadapi kondisi iklim pada masa depan.
Rumah-rumah tersebut, kata Farron, perlu memiliki insulasi yang memadai dan dilengkapi dengan pendingin udara.
Usulan itu muncul ketika badan perlindungan kesehatan Inggris mengeluarkan peringatan kuning terkait suhu tinggi untuk sejumlah wilayah.
Peringatan berlaku dari Selasa (21/7) pagi hingga Jumat (24/7) pagi di Inggris bagian tenggara, barat daya, dan timur, serta kawasan Midlands, Yorkshire, dan Humber.
Suhu di London diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius pada Rabu (22/7) sebelum kembali menurun.
Sementara itu, sebagian wilayah Inggris lainnya diperkirakan mengalami hujan dengan suhu yang jauh lebih rendah.
Lebih lanjut, Juru bicara perumahan Partai Demokrat Liberal Gideon Amos mengatakan pendingin udara semakin dibutuhkan di rumah-rumah Inggris.
Menurut Amos, banyak hunian di negara tersebut termasuk yang terkecil dan terpanas di Eropa setelah pemerintahan sebelumnya menghapus standar minimum luas hunian.
Jumlah rumah di Inggris yang memiliki pendingin udara diperkirakan meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir seiring kenaikan suhu.
Namun, pendingin udara baru tersedia di sekitar 4 juta dari lebih dari 30 juta rumah di negara itu.
Survei yang dilakukan untuk Partai Demokrat Liberal menunjukkan 28 persen responden membeli kipas angin atau pendingin udara selama gelombang panas terakhir.
Sebanyak 26 persen responden mengatakan cuaca panas membuat mereka merasa tidak sehat atau hampir pingsan.
Selain panas, musim panas di Inggris tahun ini juga berlangsung sangat kering.
Curah hujan di seluruh Inggris sepanjang Juli baru mencapai sekitar 5 persen dari rata-rata. Angkanya turun menjadi 1 persen di wilayah selatan.
Kondisi tersebut memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.
Ribuan kematian akibat gelombang panas
Analisis yang dipimpin Imperial College London memperkirakan gelombang panas pada Mei dan Juni menewaskan sekitar 2.700 orang.
Pada periode itu, Inggris untuk pertama kalinya mengalami peringatan merah panas ekstrem selama tiga hari berturut-turut.
Tingkat kematian pada puncak gelombang panas diperkirakan mencapai sekitar 440 orang per hari.
Analisis tersebut menyebut panas ekstrem diperburuk oleh pemanasan global akibat aktivitas manusia.
Lebih dari 40 persen kematian yang tercatat diperkirakan tidak akan terjadi tanpa pemanasan global akibat aktivitas manusia yang telah mencapai sekitar 1,4 derajat Celsius.
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Menteri LH Apresiasi Peran Komunitas dalam Pemulihan Sungai Indonesia
Baca lagi: Prabowo Panggil Kepala BNPB hingga Menhut, Bahas Karhutla Kemarau
Baca lagi: Videonya Viral, Turis Italia yang Ribut di BTS Thailand Minta Maaf


