
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
CEO
Apple
Tim Cook
menyatakan bahwa perusahaan terpaksa menaikkan harga perangkatnya akibat tingginya biaya komponen memori dan penyimpanan. Langkah ini diambil karena Apple mengklaim tidak mampu lagi menyerap lonjakan harga tersebut secara mandiri.
Menurut Cook, kenaikan harga perangkat Apple tak dapat dihindari lagi. Hal ini terjadi karena lonjakan harga chip memori yang terjadi sejak awal tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari,” ujar Cook kepada
The Wall Street Journal
, seperti dikutip dari
MacRumors
, Rabu (17/6).
“Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk memitigasi lonjakan besar yang dibebankan kepada kami dan mencoba melindungi pelanggan, namun situasi ini sudah tidak dapat dipertahankan,” lanjut dia.
Kendati begitu, Cook tidak merinci produk apa saja yang akan mengalami penyesuaian harga maupun besaran kenaikannya. Berdasarkan laporan firma riset TechInsights, lini iPhone 18 Pro yang diperkirakan rilis pada September mendatang berpotensi mengalami kenaikan harga sekitar US$270 atau sekitar Rp4,8 juta (kurs Rp17.778 per dollar AS) demi mempertahankan margin keuntungan perusahaan.
Selain iPhone, harga perangkat iPad dan Mac juga diprediksi naik dalam waktu dekat. Sebelumnya, Apple telah menghapus varian terendah pada lini Mac mini, yang secara efektif menaikkan harga dasar perangkat tersebut dari US$599 (Rp10,6 juta) menjadi US$799 (Ro14,2 juta).
The Wall Street Journal
melaporkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan chip memori dan penyimpanan dari perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI). Tren tersebut menyebabkan kelangkaan pasokan global dan mengerek biaya produksi komponen.
Cook menjelaskan bahwa produsen memori saat ini membebankan kenaikan harga yang signifikan ke pembeli di saat permintaan konsumen terhadap perangkat juga sedang tinggi. Apple berencana mengalokasikan dana tunai perusahaan untuk mengamankan pasokan memori, namun Cook menegaskan pihaknya tidak berencana membangun pabrik memori atau penyimpanan sendiri.
“Kami tidak bisa melakukan semuanya. Kami tahu apa keahlian kami,” tambah Cook.
Produsen memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron sebenarnya tengah meningkatkan kapasitas produksi. Namun, tambahan kapasitas tersebut diprioritaskan untuk chip server, sehingga pasokan chip untuk perangkat komersial diperkirakan tetap berada di bawah tingkat permintaan.
Di sisi lain, Apple juga harus meningkatkan kapasitas DRAM pada perangkat-perangkat terbarunya untuk menyokong fitur-fitur AI teranyar. Cook menyamakan kelangkaan memori ini dengan banjir bandang seratus tahunan.
“Saya belum pernah melihat yang seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun,” kata Cook.
Selain Apple, sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, dan Dell dilaporkan telah lebih dulu menaikkan harga produk mereka akibat situasi ini.
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: FOTO: Pajak Penghasilan UMKM 0,5 Persen Berlaku Permanen
Baca lagi: Prediksi Ceko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Baca lagi: Bagaimana Nasib Tamu Hotel Sultan yang Terlanjur Booking?