Chief Tablet

NASA Pamerkan Penampakan Terbaru Mars dari Lembah Valle Grande

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

NASA

memamerkan panorama terbaru permukaan

Mars

yang dikirim rover Curiosity dari sebuah lembah yang dijuluki “Valle Grande”.

Dalam panorama 360 derajat yang diambil pada 19 dan 20 Juni 2026, Curiosity memperlihatkan bentang alam dipenuhi pola menyerupai sarang lebah yang disebut retakan poligonal. Setiap pola disebut memiliki lebar sekitar 4 hingga 8 sentimeter.

Curiosity sebelumnya beberapa kali menemukan pola geometris serupa dalam area kecil. Namun, NASA menyebut belum pernah melihatnya dalam skala sebesar yang ditemukan di Valle Grande.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam panorama tersebut, pola poligonal membentang ke segala arah sejauh pandangan rover.

Pola itu bahkan menyelimuti sisi sebuah bukit kecil yang dijuluki “Miraflores”, dengan tinggi sekitar 6 meter dan bagian atas tertutup lapisan pasir tebal.

“Kami telah melihat banyak lanskap menarik melalui mata Curiosity, tetapi lautan poligon ini benar-benar membuat kami takjub,” kata ilmuwan proyek Curiosity Ashwin Vasavada dari

Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA

pada Rabu (29/7), dikutip dari laman resmi

NASA

.

[Gambas:Instagram]

“Kami mengukur bentuk dan komposisi kimianya dengan cermat dan berharap data tersebut menyimpan petunjuk mengenai bagaimana fitur-fitur ini terbentuk,” lanjutnya.

Sebagian pola poligonal yang sebelumnya ditemukan Curiosity diketahui terbentuk dari retakan lumpur.

Namun, NASA menjelaskan tekstur menyerupai sarang lebah tersebut dapat terbentuk melalui sejumlah proses berbeda.

Proses itu antara lain siklus perubahan suhu panas dan dingin, atau tekanan yang memeras air keluar dari sedimen ketika permukaan terkubur.

Temuan ini menjadi salah satu dari banyak kejutan yang ditemukan Curiosity sejak mendarat di Mars pada 5 Agustus 2012.

Selama hampir 14 tahun menjelajah Planet Merah, rover tersebut telah menemukan kristal sulfur, meteorit mengilap, hingga beragam fitur geologi lainnya.

Curiosity juga menghasilkan sejumlah temuan penting mengenai lingkungan Mars purba.

NASA menyebut bukti yang dikumpulkan rover menunjukkan Mars pada masa lalu memiliki air, unsur kimia, dan nutrisi yang dapat mendukung kehidupan mikroba.

Miliaran tahun lalu, danau dan aliran air pernah tersebar di kaki Gunung Sharp, gunung setinggi sekitar 5 kilometer yang mulai didaki Curiosity sejak 2014.

Rover juga menemukan jejak kimia dari sejarah Mars yang pernah kaya air, termasuk molekul berbasis karbon yang dianggap sebagai prekursor RNA dan DNA. RNA dan DNA merupakan asam nukleat yang membawa informasi genetik.

Namun, ilmuwan belum dapat mengetahui apakah molekul organik tersebut terbentuk melalui proses biologis atau geologis. NASA menegaskan kedua kemungkinan tersebut masih terbuka.

Meski demikian, penemuan molekul organik itu memperkuat bukti bahwa Mars purba pernah memiliki kondisi kimia yang sesuai untuk mendukung kehidupan.

(lom)

[Gambas:Video Chief Tablet]

Baca lagi: KELANA Tiba di Yogyakarta, Gen Z Belajar Langsung Transisi Energi

Baca lagi: Momen Lionel Messi Hadiri Pemakaman Sang Ayah di Rosario

Baca lagi: Wacana Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Minta DPR Bentuk Pansus RUU Pemilu

Exit mobile version