
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (
Menko Polkam
) Djamari Chaniago mengungkap bahwa fenomena
El Nino
yang sedang melanda dunia mempercepat proses kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Djamari, El Nino kategori kuat mulai berlaku dan diperkirakan berlangsung hingga awal Oktober. Ia mengatakan bahwa kondisi ini akan mempercepat perambatan api.
“Keadaan ini [El Nino kuat] akan sangat mempercepat proses penanganan kebakaran hutan kita yang terjadi saat ini,” kata Djamari dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan pemerintah, lebih dari 107 ribu hektare terdampak karhutla di Indonesia hingga awal Agustus 2026.
Pemerintah pun mengerahkan berbagai upaya untuk menangani masalah ini, baik melalui operasi udara maupun operasi darat. Untuk operasi udara, pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter, serta 10 hingga 15 pesawat fixed-wing yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan.
El Nino kuat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi fenomena El Nino berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027. Data BMKG menunjukkan bahwa dominasi kondisi kering yang terjadi saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global.
Indeks Niño 3.4 dasarian masih tercatat sebesar +2.26, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Indikator tersebut mengindikasikan El Niño Event dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat pada tahun ini.
Menurut BMKG, fenomena El Nino ini bakal berdampak signifikan terhadap kondisi Indonesia. Pasalnya, saat ini sejumlah wilayah Indonesia juga akan memasuki periode puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa kekuatan El Nino saat ini telah melebihi ambang batas atau threshold kategori kuat.
“Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4,yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C,” kata Ardhasena.
Di saat bersamaan, di Samudra Hindia menunjukkan indeks negatif, yakni -0,38. Hal ini menunjukkan bahwa ada ada peluang cukup siginfikan untuk terjadinya fenomena Indian Ocean Dipole, yang biasanya satu paket dengan El Nino untuk membuat dunia semakin panas.
Ardhasena menyatakan bahwa BMKG memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027. Menurutnya, fase puncak El Nino kali ini akan melewati batas kategori El Nino kuat.
“Saat ini prediksi BMKG menunjukkan bahwa terdapat peluang signifikan kondisi El Nino tahun ini dapat melebihi kategori El Nino kuat,” paparnya.
(yoa/dmi)
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Cara Isuzu Cegah Truk ‘Ngandang’ Bikin Bisnis Mandek
Baca lagi: Setelah Piala Presiden, Persib Bakal Tampil di Dewata Challenge Series
Baca lagi: Kuasa Hukum Yaqut Sebut Perhitungan Kerugian Negara Kasus Haji Berubah