Chief Tablet

Komdigi Sebut Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar Internet Global

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (

Komdigi

) menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi perusahaan global di tengah meningkatnya penetrasi

internet

di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail mengatakan pemerintah berharap industri penyedia internet nasional dapat membantu Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam hal konektivitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Ismail dalam peringatan HUT ke-30 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Kamis (6/8).

Menurut Ismail, koneksi internet telah menjadi prasyarat bagi banyak aktivitas masyarakat.

Tanpa koneksi yang memadai, katanya, masyarakat tidak akan mengenal berbagai konten, kreativitas, hingga kecerdasan buatan (AI).

“Jadi ini adalah prasyarat yang dibangun oleh teman-teman [APJII]. Dan kalau begitu saja pemerintah enggak bisa apresiasi, keterlaluan,” kata Ismail dalam keterangannya, Kamis (6/8).

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga meminta penyedia layanan internet yang berada di bawah APJII ikut mengawasi pemanfaatan internet.

Ismail mengatakan pemerintah ingin kualitas internet tidak hanya dilihat dari koneksinya, tetapi juga dari pemanfaatannya.

Ia mengaku khawatir terhadap konten negatif di internet yang dapat memengaruhi generasi masa depan dan berujung pada perusakan budaya.

“Ini satu hal yang sangat berat. Enggak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa kalau bersatu-padu di antara elemen-elemen urusan digital ini,” ujarnya.

Pengguna internet tembus 235 juta

Hasil survei APJII mencatat penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72 persen pada 2026 atau sekitar 235 juta pengguna.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 ketika penetrasi internet berada di level 79,5 persen atau sekitar 221 juta jiwa.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan peningkatan jumlah pengguna harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan kapasitas digital masyarakat.

“Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat,” kata Arif.

Menurutnya, tantangan pembangunan internet ke depan tidak lagi hanya soal memperluas akses.

“Ke depan, tantangan kita bukan lagi soal perluasan akses. Ke depan, tantangan kita adalah menghadirkan konektivitas yang berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia,” ujarnya.

APJII menyatakan akan terus memperluas akses internet hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Asosiasi juga mendukung program strategis Komdigi, termasuk Kampung Internet, serta mendorong layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps yang semakin terjangkau.

Selain itu, APJII mengelola Indonesia Internet Exchange (IIX), titik interkoneksi nasional yang memungkinkan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri sehingga dinilai lebih efisien, cepat, dan andal.

(lom)

[Gambas:Video Chief Tablet]

Baca lagi: Situasi usai Penembakan di Sekolah Thailand yang Tewaskan 6 Orang

Baca lagi: Situasi usai Penembakan di Sekolah Thailand yang Tewaskan 6 Orang

Baca lagi: Klasemen MotoGP 2026 Jelang GP Inggris: Marquez Ancam Martin

Exit mobile version