Chief Tablet

Ilmuwan Temukan Kanker Menular pada Lele

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Tim peneliti internasional menemukan

melanoma

yang dapat menular antar lele cokelat (Ameiurus nebulosus) di sebuah danau air tawar di perbatasan

Amerika Serikat

dan Kanada.

Temuan ini disebut sebagai kasus kanker menular pertama yang terdokumentasi pada ikan sekaligus yang pertama ditemukan di ekosistem air tawar.

Hasil penelitian berjudul ”

Brown bullhead catfish melanoma represents a novel transmissible cancer

” itu dilaporkan dalam jurnal

Nature

pada 22 Juli lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini bermula pada 2012, ketika nelayan dan ahli biologi menemukan banyak lele dengan lesi hitam di Danau Memphremagog, perairan yang membentang di Vermont, Amerika Serikat, dan Quebec, Kanada.

sains

Penelitian sebelumnya menunjukkan bercak tersebut merupakan melanoma ganas. Tumor ditemukan pada sekitar 23 hingga 37 persen ikan yang diperiksa, angka yang dinilai sangat tinggi untuk spesies tersebut.

“Itu mengejutkan,” kata peneliti University of Vermont sekaligus salah satu penulis utama studi, Julie Dragon, dikutip dari

Wired

, Rabu (29/7).

“Kami ingin mengetahui bagaimana ikan yang hidup di dasar perairan bisa terkena kanker yang biasa dikaitkan dengan paparan sinar Matahari berlebihan,” lanjut dia.

Peneliti awalnya menduga tumor dipicu zat beracun atau patogen yang berkaitan dengan pencemaran.

Salah satu dugaan mengarah pada banjir akibat Badai Tropis Irene pada 2011 yang dikhawatirkan membawa polutan lingkungan ke dalam danau.

Namun, analisis genetik awal menunjukkan pola yang berbeda. Tumor punya identitas genetik sendiri

Peneliti kemudian menguji kemungkinan seluruh tumor berasal dari satu kanker awal yang menyebar dari satu ikan ke ikan lain.

Untuk mengujinya, mereka mengurutkan genom lengkap jaringan tumor dan jaringan sehat dari ikan yang terdampak.

Data itu lalu dibandingkan dengan jaringan sehat dari lele yang berasal dari populasi berbeda.

Hasilnya menunjukkan sel tumor dari ikan berbeda jauh lebih berkerabat satu sama lain dibandingkan dengan ikan tempat tumor tersebut tumbuh.

Dengan kata lain, tumor memiliki identitas genetik sendiri yang berbeda dari inangnya.

Ratusan ribu varian genetik juga muncul berulang kali pada tumor, tetapi tidak ditemukan dalam jaringan sehat ikan yang sama.

Pola tersebut dinilai hampir tidak mungkin terjadi apabila setiap melanoma tumbuh secara terpisah pada masing-masing ikan.

Sebagai pembanding, peneliti menganalisis ratusan melanoma pada manusia dan menemukan hampir seluruh mutasinya unik pada setiap pasien.

Sebaliknya, sebagian besar mutasi pada tumor lele ditemukan pada banyak individu. Pola ini menjadi ciri kanker klonal yang dapat menular.

Peneliti juga menguji kemungkinan bahwa virus atau mikroorganisme lain menjadi pemicu melanoma.

Namun, mereka tidak menemukan virus atau bakteri yang secara khusus berkaitan dengan tumor tersebut.

Meski belum dapat sepenuhnya menyingkirkan peran patogen dalam awal pembentukan atau penyebaran kanker, bukti yang tersedia menunjukkan agen penularnya adalah sel kanker itu sendiri.

Cara penularan belum diketahui

Peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana kanker tersebut berpindah dari satu lele ke lele lain.

Salah satu kemungkinannya terjadi ketika lele berkumpul dalam ruang sempit dan melakukan kontak fisik selama masa reproduksi.

Sel tumor juga mungkin dapat bertahan sementara di air atau sedimen, lalu masuk ke tubuh ikan lain melalui kulit, insang, atau mulut.

Kemungkinan lain adalah perubahan hormon saat reproduksi memengaruhi respons imun dan memudahkan sel kanker menetap pada inang baru.

“Hal ini tampaknya hanya terjadi pada ikan berukuran besar yang telah memasuki usia pemijahan,” kata ahli biologi sekaligus penulis studi Mark Henderson.

“Mungkin ada bagian dari perilaku pemijahan yang menyebabkan kanker menyebar di antara hewan,” tambahnya.

Lebih lanjut, peneliti juga menemukan kadar arsenik yang tinggi pada sel tumor.

Sebaran geografis kasus kanker turut berkorelasi dengan wilayah yang memiliki konsentrasi alami arsenik tinggi.

Namun, peneliti menegaskan hubungan tersebut tidak membuktikan arsenik sebagai penyebab kanker.

Bukan ancaman penularan ke manusia

Kanker menular sangat jarang ditemukan di alam. Pada manusia, kanker tidak menular dari satu orang ke orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hewan, fenomena penularan kanker pernah ditemukan pada anjing, setan Tasmania, dan sejumlah spesies moluska.

Para peneliti menilai temuan terbaru pada lele dapat membantu memahami bagaimana sel kanker bertahan dan menyebar di luar inang asalnya.

“Dengan mempelajari bagaimana kanker bertahan dan menyebar di luar inang asalnya, kita dapat memahami lebih banyak tentang apa yang biasanya menahan kanker tetap terbatas dan apa yang terjadi ketika batas tersebut rusak,” kata Dragon.

(lom)

[Gambas:Video Chief Tablet]

Baca lagi: Cara Amankan WiFi Agar Tak Dibobol Tetangga

Baca lagi: FOTO: Menikmati Kecantikan Air Mancur Pelangi Menari Sungai Han Seoul

Baca lagi: Kapan Aturan Sisa Kuota Internet Tak Hangus Berlaku?

Exit mobile version