
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Sebuah video
YouTube
jadi awal penemuan penting seekor
kucing pasir
yang terkenal lihai bersembunyi hingga mendapat julukan ‘hantu gurun’.
Video berdurasi 18 detik itu memperlihatkan seekor kucing berukuran kecil sedang meringkuk berteduh di bawah semak-semak gurun di Libya. Video itu diambil oleh seorang fotografer, Mohammed Almuntasir dan diunggah pada tahun 2017.
Hampir 10 tahun kemudian, rekaman itu dikonfirmasi sebagai bukti terdokumentasi pertama yang membuktikan bahwa Libya merupakan habitat bagi kucing pasr, sejenis kucing liar yang sangat menggemaskan sekaligus lihai bersembunyi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Begitu melihat hewan itu, saya langsung tahu bahwa itu adalah kucing pasir karena saya pernah melihatnya beberapa kali di malam hari,” kata Almuntasir, melansir Chief Tablet, Kamis (23/7).
Almuntasir awalnya sama sekali tidak menyadari betapa pentingnya nilai ilmiah dari rekaman video yang ia ambil. Ia mengira kucing gurun bertubuh mungil, yang umumnya tumbuh hingga panjang maksimum 57 centimeter dan berat 3,5 kilogram, sudah pernah terdokumentasi secara resmi di negaranya.
Firas Hayder, pakar karnivora kecil Afrika Utara, mengatakan, terlepas dari beberapa laporan samar yang berasal dari pertengahan abad ke-20, keberadaan kucing pasir (Felis margarita) sebagai spesies asli Libya sebenarnya belum pernah terverifikasi secara resmi..
Spesies ini lebih sering dikaitkan dengan kawasan Sahara di negara Afrika Utara lainnya seperti Maroko, serta Asia Barat Daya dan Asia Tengah.
Hayder mengaku sangat terkejut saat menghubungi Almuntasir beberapa waktu lalu setelah video itu diunggah. Almuntasir menyampaikan kepadanya bahwa video itu benar-benar direkam di wilayah Al-Hamada Al-Hamra, gurun Libya yang berbatasan dengan Tunisia.
Sejak saat itu, keduanya bekerja sama untuk mengumpulkan seluruh catatan dokumentasi keberadaan kucing pasir di Libya. Upaya mereka membuahkan hasil dengan terbitnya penelitian berjudul ‘Rediscovering desert ghosts’ di Journal of Arid Environments pada Februari tahun ini.
Penelitian yang melibatkan kolaborasi tujuh peneliti ini dipimpin oleh Hayder secara jarak jauh. Ia mengarahkan Almuntasir tentang cara mencatat koordinat GPS di setiap titik ditemukannya kucing pasir tersebut.
Dalam prosesnya, sang fotografer bekerja sama erat dengan pemandu lokal untuk melacak dan mengamati hewan-hewan tersebut.
Kucing pasir aktif berburu tikus dan reptil di malam hari serta memiliki kemampuan menggali yang sangat andal. Mereka biasa menghabiskan waktu siang hari yang terik di dalam lubang tanah, serta mengubur kotoran maupun sisa-sisa mangsanya untuk dimakan nanti.
Karena pasokan air sangat langka di gurun, kucing ini bahkan mampu bertahan hidup hanya mengandalkan asupan cairan dari darah mangsanya.
Ditambah lagi dengan kebiasaan mereka yang suka menjelajah jarak jauh serta embusan angin gurun yang cepat menghapus jejak kaki di pasir, sifat misterius dan kamuflase alami spesies ini menjadi alasan utama mengapa keberadaan mereka sangat minim diteliti. Bahkan, foto anak kucing pasir di alam liar baru berhasil diabadikan untuk pertama kalinya pada tahun 2017.
Tiga ekor anak kucing pasir tersebut ditemukan sedang bersembunyi di balik semak gurun Maroko oleh Dr. Grégory Breton, Direktur Pelaksana Panthera cabang Prancis (organisasi konservasi kucing liar global), di mana foto-foto mungil mereka langsung mendadak viral saat itu.
Upaya Almuntasir dan tim akhirnya membuahkan hasil. Dari total 36 catatan pengamatan kucing pasir dalam penelitian tersebut, Almuntasir menyumbang 24 pengamatan.
Secara keseluruhan, keberadaan mereka mengindikasikan bahwa wilayah tersebut berhasil dicatat di 13 titik lokasi di kawasan Sahara Libya.
Kendati demikian, penelitian tersebut menekankan masih banyaknya “celah pengetahuan yang besar.” Menutup celah informasi ini sangat krusial untuk memastikan agar kucing pasir tidak benar-benar punah dan menjadi ‘hantu’ di Libya maupun wilayah lainnya.
(dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Super El Nino Mengintai, Siap-siap ‘Terpanggang’ dan Makin Kering
Baca lagi: KPK Tahan Anggota DPRD Jatim di Kasus Dana Hibah
Baca lagi: Rupiah Ditutup Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS Sore Ini