
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Teknologi kecerdasan buatan (
AI
) kini tak hanya digunakan manusia. Peneliti juga memanfaatkannya untuk mempelajari cara monyet liar berpikir, belajar, dan memecahkan masalah di habitat alaminya.
Tim peneliti dari Emory University mengembangkan perangkat bernama CapuchinAI untuk mengamati monyet kapusin di Cagar Hutan Taboga, Kosta Rika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perangkat tersebut berupa stasiun pengujian portabel yang menggabungkan layar sentuh, kamera web, dan dispenser makanan cetak tiga dimensi di dalam bingkai kayu.
Perangkat lunak pengenalan wajah yang dilatih menggunakan foto monyet kapusin di Taboga akan mengenali hewan yang mendekat.
Monyet kemudian mendapat tantangan sederhana berupa menyentuh layar untuk memperoleh sepotong pisang kering.
Para peneliti menunggu selama dua hari sebelum ada monyet yang mendekati perangkat tersebut. Pada hari ketiga, seekor monyet jantan dominan yang diberi nama Papi mendekat dan mulai mempelajari pola permainan.
Dari 16 monyet kapusin yang berinteraksi dengan perangkat, sebanyak 10 berhasil memahami tugas tersebut.
Sedikitnya delapan di antaranya juga masih mengingat cara kerja perangkat dalam sesi pengujian berikutnya.
Ahli primata Emory University Marcela Benítez mengatakan penelitian tersebut bertujuan mengamati bagaimana primata memecahkan masalah di bawah tekanan yang mereka alami di alam liar.
Menurutnya, kondisi tersebut sulit direplikasi dalam lingkungan laboratorium.
Dikutip dari
Digital Trends
, tim peneliti berencana menguji versi terbaru CapuchinAI pada musim panas ini.
Perangkat baru tersebut dirancang untuk mengenali setiap individu monyet kapusin, bukan hanya spesiesnya. Sistem itu juga akan digunakan untuk menguji pengendalian impuls dan fleksibilitas kognitif masing-masing monyet.
Kemajuan setiap individu nantinya akan dilacak seperti statistik pemain dalam sebuah gim.
CapuchinAI disebut lebih interaktif dibandingkan teknologi pengenalan wajah yang sebelumnya digunakan untuk mengidentifikasi simpanse liar.
Perangkat tersebut tidak hanya mengenali hewan, tetapi juga memberikan tantangan dan hadiah secara langsung.
Dengan sistem itu, peneliti dapat mempelajari perilaku monyet liar tanpa harus memindahkan mereka dari habitatnya.
(lom)
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Dampak Horor Super El Nino 2026: Krisis Kemanusiaan Hingga Pangan
Baca lagi: Dampak Kerusakan di Deir Al Balah Gaza Imbas Serangan Israel
Baca lagi: Kebakaran Hutan Prancis, George Clooney dan Keluarga Ikut Ngungsi