
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Badan Riset dan Inovasi Nasional (
BRIN
) masih menguji efektivitas tepung berbahan singkong sebagai material pemadam kebakaran hutan dan lahan (
karhutla
) dalam skala besar. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan secara teoritik material tersebut memungkinkan digunakan untuk membantu memadamkan api, tetapi masih perlu diuji sebelum diterapkan secara luas.
Arif mengatakan kajian dilakukan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan inovasi penggunaan bahan berbasis tepung tersebut dalam penanganan karhutla. BRIN kemudian mengkaji teknologi itu secara teoritik melalui para ahli kimia molekuler.
“Secara saintifik sebenarnya itu [tepung singkong untuk pemadaman karhutla] hal yang masuk akal, sesuatu yang bisa, sehingga sekarang begitu saya mendapat berita itu kemudian kita lakukan kajian secara teoritik, para ahli kimia molekuler yang ada di BRIN melakukan kajian dan langsung disampaikan bahwa memang itu secara teoritik betul,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BRIN bersama Polri kini menyiapkan uji coba dalam berbagai skala. Pengujian diperlukan untuk mengetahui efektivitas material tersebut ketika digunakan pada area karhutla yang luas, termasuk menentukan komposisi bahan serta metode penyemprotannya.
Arif mengatakan penggunaan tepung dalam skala besar tidak bisa dilakukan secara manual. Karena itu, tim juga tengah mengkaji peralatan yang diperlukan untuk mengaplikasikan material tersebut di lapangan.
“Karena kan yang saat ini kita lihat baru skala kecil ya, sekarang bagaimana untuk skala besar. Untuk skala besar kemudian dari sisi campuran-campuran zat-zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus pakai alat-alat tertentu dan sekarang sedang dikaji,” ujarnya.
Arif mengatakan belum ada arahan bahwa material tersebut harus segera diproduksi massal. Saat ini, BRIN masih menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk mencari berbagai opsi teknologi dalam menangani karhutla.
“Arahan Bapak Presiden [Prabowo] jelas bahwa BRIN diminta untuk mencari opsi-opsi teknologi yang bisa mengatasi bencana Karhutla ini,” katanya.
Selain material berbasis tepung, BRIN juga menyiapkan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla. Arif mengatakan teknologi tersebut menggunakan material natrium klorida (NaCl) berukuran mikro untuk membantu proses hujan buatan.
BRIN berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam skema tersebut, BRIN berperan pada sisi riset dan penyediaan material, sementara pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca dilakukan BMKG.
Untuk tepung singkong, Arif mengatakan efektivitas secara teori telah dinilai memungkinkan. Namun, seberapa efektif material tersebut untuk kebakaran hutan dalam skala luas masih menjadi bagian dari pengujian.
“Jadi teknologi-teknologi yang muncul dari masyarakat coba kita validasi. Ternyata memang secara teori, hipotesis, yes betul [teknologi itu]. Tapi yang sekarang kita harus kita pikirkan adalah untuk skala berapa? Skala kebakaran hutan kan luas sekali. Itu untuk skala yang besar inilah tantangan kita, sekarang ini tim Polri dengan tim BRIN sedang menyiapkan itu, melakukan kajian dan juga melakukan uji coba,” ujar Arif.
Sebelumnya, Polda Kalimantan Selatan menguji cairan berbasis pati singkong yang dicampur amonium polifosfat, air, dan zat pembasah untuk menghambat perambatan api di lahan gambut. Air dalam campuran berfungsi menyerap panas, sedangkan pati singkong membantu cairan menempel lebih lama di permukaan tanah.
Presiden Prabowo sebelumnya meminta teknologi tersebut diuji dalam skala lebih besar. Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Senin (24/8), Prabowo meminta pengujian dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan bahan tersebut pada area yang lebih luas.
(del/dmi)
Baca lagi: Mobil Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek, Diduga Korsleting Listrik
Baca lagi: Gosho Aoyama Ngaku Mulai Siapkan Ending Manga Detective Conan
Baca lagi: Telkom Buka Suara Soal Penurunan Kualitas Layanan di Wilayah Gempa NTT