
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur
hujan
dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada hari ini, Jumat (7/8). Simak daftarnya berikut ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk 6-8 Agustus 2026.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut Papua Tengah dan Papua Pegunungan berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada wilayah yang berstatus Siaga pada hari ini. BMKG juga menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang:
Hujan sedang hingga lebat
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Angin kencang
Aceh
Banten
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kep. Bangka Belitung
Maluku Utara
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara
El Nino kuat dan hujan lokal
Pada periode 3-6 Agustus 2026, masih teramati hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem di sebagian wilayah Indonesia, antara lain Sumatra Barat sebesar 298 mm per hari, Sumatra Utara 113 mm per hari, Papua 80 mm per hari, Jawa Barat 71 mm per hari, dan Kalimantan Utara 59 mm per hari.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian barat, serta aktivitas MJO yang secara spasial terpantau berada di sebagian wilayah utara Papua.
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Samudra Hindia barat Sumatra Barat hingga Bengkulu, sehingga meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Dari sisi iklim global, nilai indeks Niño 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,45 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -29,2, mengindikasikan bahwa El Niño kuat masih berlangsung dan berpotensi mengalami penguatan.
Anomali suhu muka laut di Samudra Hindia juga menunjukkan nilai indeks IOD sebesar +0,44 yang mengindikasikan kecenderungan menuju fase IOD Positif. Kombinasi kedua fenomena tersebut secara umum berkontribusi terhadap berkurangnya pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Prakiraan curah hujan dasarian I Agustus 2026 menunjukkan dominasi curah hujan kategori rendah di sekitar 92,59 persen wilayah Indonesia, sementara sekitar 7,41 persen wilayah lainnya diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah.
Belum ada wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada periode ini.
“Meskipun demikian, potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian Sumatra dan perairan sekitarnya diprakirakan mendukung pertumbuhan awan hujan,” tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 4-10 Agustus 2026.
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu berpotensi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Bengkulu serta di sekitar pusat sirkulasi tersebut, yang dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan.
(lom)
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Produser Beri Sinyal Umumkan Aktor Baru James Bond Akhir Tahun
Baca lagi: Survei Sebut Indonesia Jadi Negara Kedua Paling Puas soal Urusan Cinta
Baca lagi: Klasemen MotoGP 2026 Jelang GP Inggris: Marquez Ancam Martin