
Jakarta, Chief Tablet Indonesia
—
Badan
Meteorologi
, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca
ekstrem
yang kemungkinan terjadi di sejumlah wilayah
Indonesia
pada Minggu (2/8). Masyarakat diminta mewaspadai hujan petir, hujan ringan, hingga gelombang laut setinggi 2,5 meter yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan pelayaran.
Prakirawan BMKG Bintari A. mengatakan hujan petir diprakirakan terjadi di Padang. Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pontianak, dan Tanjung Selor.
“Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Padang, kemudian potensi hujan ringan di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pontianak, dan Tanjung Selor,” kata Bintari dalam siaran prakiraan cuaca, Minggu mengutip
Antara
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar wilayah tersebut, sebagian besar kawasan barat Indonesia diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal. Kondisi ini diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Jambi, Palembang, Pangkalpinang, sebagian besar Pulau Jawa, Palangka Raya, hingga Banjarmasin.
BMKG juga mencatat adanya potensi udara kabur di Bandar Lampung. Sementara itu, asap atau kabut diprakirakan muncul di Samarinda.
Beralih ke kawasan timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, Palu, dan Nabire. Adapun wilayah lain seperti Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayapura, dan Merauke diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan.
Selain itu, potensi udara kabur diperkirakan terjadi di Mataram, sedangkan asap atau kabut berpotensi muncul di Sorong dan Jayawijaya.
Gelombang hingga 2,5 meter di NTT
Selain kondisi cuaca, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada periode 2-5 Agustus 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga mengatakan kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran.
“Waspadai potensi gelombang laut dengan tinggi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan NTT pada Minggu (2/8) hingga Rabu (5/8),” ujar Yandri.
Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Alor, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan utara dan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote.
Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin yang bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10-32 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah perairan, seperti Selat Sape, perairan utara Flores, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, Labuan Bajo, hingga perairan Taman Nasional Komodo.
BMKG mengingatkan pengguna perahu nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, operator kapal tongkang diminta waspada ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum beraktivitas di laut guna mengurangi risiko kecelakaan akibat cuaca buruk.
(tis/tis)
[Gambas:Video Chief Tablet]
Baca lagi: Amran Bersih-bersih Kementan, Belasan Pejabat Eselon I Bakal Dicopot
Baca lagi: Update Terbaru Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa yang Terbakar di Laut
Baca lagi: Harga Minyak Dunia Mengalir ke US$89,03 Berkat Ketegangan Pasar Reda