Chief Tablet

Belum Sepekan Dirilis, Meta Take Down AI Muse Image Imbas Isu Privasi

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Meta

menghentikan fitur pembuatan gambar berbasis

kecerdasan buatan (AI)

bernama Muse Image, hanya beberapa hari setelah diluncurkan. Take down fitur baru ini menyusul kritik luas soal isu privasi, salah satunya dari serikat pekerja Hollywood.

“Niat kami adalah menyediakan alat kreatif yang berguna dan memberi orang kendali atas apakah konten publik mereka bisa dirujuk dengan cara ini,” kata Meta dalam pernyataan resminya pada Sabtu (11/7), dikutip dari Reuters.

“Kami mendengar masukan bahwa fitur ini meleset dari sasaran, sehingga tidak lagi tersedia,” tambah perusahaan induk Facebook dan Instagram itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muse Image diluncurkan Selasa (7/7) lalu sebagai model pembuatan gambar atau image-generation pertama dari Meta Superintelligence Labs.

Fitur ini terintegrasi ke chatbot Meta AI, memungkinkan pengguna memakai foto sebagai input hingga mengedit gambar hasil generasi langsung lewat sketsa.

Fitur ini dapat memanfaatkan akun Instagram publik untuk menghasilkan gambar. Hal tersebut kemudian menjadi sumber utama kritik soal privasi, mengingat status opt-in-nya otomatis aktif tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna.

Aktris peraih Emmy Hannah Einbinder, yang dikenal lewat serial “Hacks,” mengkritik fitur tersebut lewat akun Instagram pribadinya. Ia menyebut fitur itu aktif secara otomatis dan mengajak pengguna lain untuk mematikannya.

SAG-AFTRA, serikat yang menaungi aktor dan profesional media, turut mendesak anggotanya dan pengguna Instagram lain pada Kamis (9/7) untuk mematikan fitur tersebut.

“Apa pun selain opt-in yang jelas dan mencolok untuk jenis penggunaan gambar pengguna Instagram semacam ini tidak dapat diterima,” kata SAG-AFTRA dalam pernyataannya.

Setelah Meta memutuskan menarik fitur tersebut, SAG-AFTRA menyambut baik langkah itu.

Juru bicara serikat menyebut penghentian fitur sebagai langkah yang bertanggung jawab, mengingat bahaya replika digital tanpa persetujuan sudah banyak diketahui.

Pembatalan fitur ini mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap perusahaan teknologi untuk memberi pengguna kendali yang jelas atas bagaimana konten yang mereka bagikan secara publik dimanfaatkan oleh fitur AI.

(lom)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Chief Tablet]

Baca lagi: Scaloni Jawab Tuduhan Argentina Selalu Diuntungkan di Piala Dunia

Baca lagi: Puncak Kemarau Juli-September, Ini Cara Tetap Sehat saat Cuaca Panas

Baca lagi: FOTO: Penampakan Makam Ayatollah Ali Khamenei di Mashad Iran

Exit mobile version