Chief Tablet

Banyak Orang Kini Pilih Beli HP Bekas, Ini Buktinya

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Sebuah riset dari Omdia menunjukkan mayoritas pengguna smartphone kini lebih memilih untuk membeli

smartphone

bekas. Hal ini terlihat dari pengiriman panel layar ke pasar smartphone refurbished.

Laporan terbaru dari Omdia yang bertajuk Smartphone Display Intelligence Service menyebut pengiriman panel layar ke pasar smartphone refurbished bertumbuh pesat bersamaan dengan permintaan dari produsen smartphone yang melambat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan permintaan dari produsen dikarenakan kenaikan harga memori yang mendorong pengurangan signifikan rencana produksi. Omdia memperkirakan permintaan panel layar yang digunakan pada smartphone baru akan turun sebesar 12 persen pada 2026.

Di saat yang sama, pengiriman panel layar ke pasar smartphone refurbished terus meningkat seiring upaya pemasok mencari sumber permintaan alternatif.

Pada kuartal pertama tahun 2026, pengiriman layar ke pasar smartphone refurbished meningkat 20 persen secara tahunan menjadi 298 juta unit.

Angka ini melampaui pengiriman panel layar ke produsen smartphone yang mencapai total 289 juta unit pada periode yang sama.

Ekosistem smartphone refurbished mencakup panel layar yang digunakan untuk perbaikan oleh konsumen, proses perbaikan profesional terhadap smartphone daur ulang, serta suku cadang pengganti di pasar suku cadang atau onderdil non-resmi.

Lebih lanjut, tren ini didorong oleh melemahnya permintaan akan smartphone baru serta faktor-faktor struktural di dalam industri layar. Produksi panel semakin banyak memasok layar ke pasar barang refurbished untuk mempertahankan tingkat utilisasi pabrik, menanggung biaya tetap serta mengurangi tekanan operasional.

“Bagi produsen panel, pasar perangkat refurbished berfungsi seperti reservoir yang membantu meredam fluktuasi permintaan dari produsen smartphone, meskipun tidak ada yang tahu persis seberapa besar kapasitas reservoir tersebut,” ungkap Senior Principal Analyst Omdia Joy Guo dalam pernyataan resminya, Rabu (5/8).

Menurut Guo, mahalnya harga memori membuat pabrik smartphone memangkas pesanan layar LCD dan OLED mereka. Akibatnya, pemasok mengalihkan lebih banyak layar ke pasar HP refurbished.

“Hasilnya, layar OLED berkualitas tinggi kini makin gampang ditemukan untuk HP-HP refurbished,” tuturnya.

Pergeseran pasar ini paling terlihat jelas pada panel layar OLED. Pada kuartal pertama 2026, layar OLED mengambil porsi sekitar 7 persen dari total pengiriman layar ke pasar HP refurbished.

Angka ini naik dibandingkan angka sebelumnya yang hanya mencapai 2 persen. Artinya, layar pengganti kelas premium kini makin banyak tersedia di pasar HP refurbished.

(nad/lom)

Baca lagi: Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 566 Orang, 88 Masih Dirawat

Baca lagi: Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana yang Lebih Aman untuk Gula Darah?

Baca lagi: DJP Kejar Pajak Rp806 T dari Orang Kaya hingga Perusahaan Raksasa RI

Exit mobile version