Chief Tablet

BAKTI Komdigi Targetkan Palapa Ring Tengah Pulih 15 Agustus

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (

BAKTI

) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan perbaikan kabel optik bawah laut pada jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai rampung pada 15 Agustus mendatang.

Sebelumnya, BAKTI menargetkan layanan kembali pulih sepenuhnya pada 11 Agustus 2026. Namun, kondisi cuaca buruk pada akhir pekan lalu disebut menghambat proses perbaikan.

“Kondisi cuaca buruk yang terjadi di lokasi perbaikan pada tanggal 7-9 Agustus 2026 lalu, mengharuskan tim melakukan stop work sementara sebagai langkah keselamatan, yang turut berdampak pada penyesuaian waktu penyelesaian,” ujar Darien Aldiano, Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi kepada Chief TabletIndonesia.com, Rabu (12/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darien menyebut kondisi aktual di lapangan membuat tim harus melakukan penyesuaian target perbaikan menjadi 15 Agustus 2026.

“Berdasarkan progres pekerjaan dan kondisi operasional aktual di lapangan, terdapat penyesuaian terhadap target penyelesaian perbaikan. Dengan mempertimbangkan tahapan pekerjaan yang masih berlangsung, target link up kini diproyeksikan selesai pada tanggal 15 Agustus 2026,” tutur Darien.

Kabel optik bawah laut pada jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai disebut mengalami putus serat optik sebagian. Restorasi ini disebut sebagai tindakan preventif, bukan akibat terjadinya putus total jaringan.

Perbaikan lebih awal disebut sebagai upaya mencegah potensi gangguan yang lebih luas terhadap layanan telekomunikasi di beberapa wilayah kepulauan sebelah utara provinsi Sulawesi Utara.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis, anomali pada jalur kabel laut ini terjadi menyusul aktivitas tektonik berupa gempa bumi bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 dan beberapa kali gempa kuat yang dirasakan di segmen Melonguane-Morotai.

Kerusakan terdeteksi berada di kedalaman laut sekitar 3.400 meter pada jarak kurang lebih 95 kilometer dari Terminal Station (TS) Morotai.

Kondisi laut dalam ini memberikan kompleksitas tersendiri dalam proses perbaikan, sehingga memerlukan kapal khusus dengan kemampuan deep-sea cable laying and jointing.

Adapun wilayah yang mengalami dampak langsung dari kendala ini mencakup tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu:

– Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna).

– Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane).

– Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro / Sitaro (Ondong Siau).

Untuk menjaga konektivitas masyarakat selama masa restorasi, BAKTI mengoptimalkan 286 titik layanan akses Internet eksisting yang selama ini sudah tersebar dan melayani di wilayah terdampak.

Titik-titik ini terdiri dari 106 titik lokasi eksisting di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 48 titik lokasi eksisting di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan 132 titik lokasi eksisting di Kabupaten Kepulauan Talaud, yang dioptimalkan dengan satelit SATRIA 1.

(lom)

[Gambas:Video Chief Tablet]

Baca lagi: 7 Tentara AS Tewas Berkelahi di Atas Kapal Induk USS Lincoln

Baca lagi: KMP Putri Yasmin Kebakaran Saat Berlayar dari Bali ke Lombok

Baca lagi: Foto-foto Terakhir Liam Payne sebelum Meninggal Dunia Terungkap

Exit mobile version