Bagaimana Rumah Viral di Nepal Selamat dari Amukan Banjir Bandang?

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

Sebuah rumah berwarna hijau di

Nepal

menjadi sorotan karena tetap berdiri ketika

banjir bandang

yang membawa air, lumpur, batu besar, dan pohon tumbang menghantam kawasan di sekitarnya.

Dalam sebuah video viral yang diunggah akun @Deb_livnletliv, sebuah keluarga terlihat bertahan di balkon rumah tersebut ketika aliran deras mengepung bangunan dari berbagai sisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah kerusakan yang meluas dan sejumlah bangunan di sekitar yang roboh, rumah tersebut justru tetap berdiri. Keluarga yang berada di dalamnya juga berhasil selamat.

“Rumah Hijau yang berhasil bertahan meski menghadapi segala rintangan. Bahkan amukan alam yang dahsyat, yang menghancurkan segala sesuatu di jalannya, tak mampu menggoyahkan fondasinya,” tulis akun tersebut di X, Jumat (28/8).

[Gambas:Twitter]

Peristiwa tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial soal bagaimana bangunan itu mampu menahan tekanan lateral dari arus banjir.

Sejumlah pakar teknik struktur ikut membahasnya dan menilai ketahanan rumah tersebut bukan semata-mata karena keberuntungan.

Menurut penjelasan akun X Architecture Presentation @arcpresentation

yang dikutip

NDTV

, banyak rumah di lembah Himalaya di Nepal dibangun menggunakan pasangan batu tanpa rangka beton bertulang.

Desain rumah semacam itu umumnya mampu menahan beban vertikal.

Namun, ketika menerima tekanan dari samping, struktur tersebut lebih mudah runtuh ke arah dalam.

Rumah yang viral itu berbeda karena dibangun menggunakan rangka beton bertulang.

“Rangka beton bertulang yang disambung secara berkesinambungan mengikat kolom, balok, dan pondasi menjadi satu rangka yang kokoh,” kata akun tersebut dalam sebuah video penjelasan pada Minggu (30/8).

Alhasil, ketika dinding air dan lumpur menghantam bangunan, rangka tersebut menyerap tekanan lateral lalu menyalurkannya ke tanah.

Faktor lain yang membantu rumah tersebut bertahan adalah posisinya yang tidak berada tepat di jalur utama aliran air dan material.

Aliran banjir membawa batu-batu terbesar di sepanjang saluran terdalam atau bagian tengah arus.

Rumah tersebut berada sedikit di luar jalur utama itu dan berdiri di permukaan yang sedikit lebih tinggi.

Bentuk rumah yang relatif minimalis juga membuat aliran lumpur dan air terpecah ke dua sisi bangunan.

[Gambas:Twitter]

Material lumpur yang kemudian mengendap di sekitar rumah juga membentuk semacam jalur alami.

Endapan tersebut membantu mengalihkan gelombang berikutnya menjauh dari struktur.

Dengan demikian, ketahanan rumah tersebut ditopang oleh kombinasi struktur beton bertulang dan posisi bangunan terhadap jalur utama aliran banjir.

(lom)

Baca lagi: Prabowo Beri Ucapan Ultah ke-64 untuk Zulhas di Penutupan Muktamar NU

Baca lagi: Yayoi Kusama, Seniman ‘Polkadot’ yang Dapat Inspirasi dari Halusinasi

Baca lagi: Tips Pramugari ke Penumpang: Pakai Celana Panjang Saat Naik Pesawat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: