Postingan AI Slop di LinkedIn Kini Bisa Dilaporkan

Jakarta, Chief Tablet Indonesia

LinkedIn

menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna melaporkan unggahan yang diduga dibuat menggunakan kecerdasan artifisial (AI) dan dinilai berkualitas rendah atau yang dikenal dengan

AI Slop

.

Pengguna kini dapat menekan tombol “Seems like AI slop” apabila menemukan unggahan yang terlihat tidak autentik atau sepenuhnya dihasilkan AI.

Istilah AI slop merujuk pada konten buatan AI yang diproduksi secara massal, berkualitas rendah, dan minim nilai bagi pembaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya LinkedIn mengurangi konten buatan mesin yang semakin banyak memenuhi linimasa platform.

Chief Product Officer LinkedIn Hari Srinivasan mengatakan persoalan AI slop menjadi salah satu prioritas utama perusahaan.

“Orang datang ke LinkedIn untuk terhubung dengan manusia nyata serta membagikan perspektif, gagasan, dan keahlian mereka yang sebenarnya,” kata Srinivasan dalam unggahannya di LinkedIn, dikutip dari

TechCrunch

, Jumat (31/7).

Meski demikian, laporan dari pengguna tidak otomatis berarti suatu unggahan akan langsung dihapus.

Tombol tersebut akan menjadi salah satu sinyal yang digunakan LinkedIn untuk melatih dan menyempurnakan sistem AI-nya dalam mengenali konten berkualitas rendah.

LinkedIn juga memperkenalkan sistem klasifikasi baru untuk mendeteksi apakah sebuah unggahan tergolong AI slop atau konten berkualitas rendah lainnya.

Konten yang terdeteksi nantinya akan lebih jarang muncul dalam rekomendasi unggahan dari akun di luar jaringan pengguna.

Lebih lanjut, LinkedIn juga akan memberikan pemberitahuan secara privat melalui dasbor apabila pengguna lain menilai unggahan seseorang terlihat tidak autentik karena terlalu banyak menggunakan AI.

Perusahaan berharap peringatan tersebut membantu pengguna memperbaiki cara menulis, terutama bagi mereka yang hanya memakai AI untuk menyunting atau merapikan tulisan sendiri.

Dengan demikian, LinkedIn membedakan penggunaan AI sebagai alat bantu dengan unggahan yang sepenuhnya dihasilkan mesin dan dinilai tidak memberikan nilai berarti.

Perusahaan milik Microsoft itu juga menarik fitur “Enhance your post” yang sebelumnya menggunakan AI untuk membantu pengguna menulis unggahan.

Fitur tersebut akan diganti dengan alat pemeriksa tulisan yang hanya mengoreksi teks tanpa mengubah gaya dan suara asli pengguna.

Selain mengandalkan laporan pengguna, LinkedIn memperkuat sistem pertahanan terhadap aktivitas otomatis.

Platform tersebut mengklaim telah memblokir ratusan ribu percobaan komentar otomatis setiap hari.

LinkedIn juga memblokir jutaan aktivitas otomatis lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Masalah konten buatan AI tidak hanya dihadapi LinkedIn. Platform buletin Substack sebelumnya menambahkan alat untuk membantu pengguna mengidentifikasi artikel yang ditulis AI melalui kerja sama dengan Pangram.

Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare juga menyebut lalu lintas bot di internet kini telah melampaui permintaan yang dihasilkan manusia.

(lom)

[Gambas:Video Chief Tablet]

Baca lagi: Review Film: Spider-Man Brand New Day

Baca lagi: The Odyssey Dongkrak Penjualan Buku Fisik dan Audio Karya Homer

Baca lagi: Rupiah Menguat ke Rp18.055 per Dolar AS Pagi Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: